infotainment? not bad..

ga sengaja bongkar2 file, ternyata ada yg ngendap di folder ‘blog to be’

basi..?? ga juga ah..

28 november 2007

Barusan liat infotaintment di teve… Ya, belakangan [yakeeen,,,? bukannya dari dulu..?] aku emang jadi rajin ngikutin acara itu.. ga abis2 sih. dan pembicaraan hangat minggu2 terakhir ini adalah ttg kehidupan rumah tangga para selebritis. Memang, sbnrnya sepanjang usianya, infotainment indonesia selalu mengorek2 kehidupan privasi selebriti tanah air. Namun belakangan ini sedikit banyak sudah mengusik pikiranku jg..

Kenapa?

Apalagi kalo bukan karena masalah perceraian??

Banyak yang bilang kalo seleb itu deket banget ama yg namanya cerai. Dikit2 cerai! Tiap hari ada berita perceraian seleb. Ada yg berjalan dgn mulus, tapi gak sedikit yg berakhir dengan perseteruan hebat nan kisruh, masalah makin melebar dan berbumbu tajam yg tentu mengundang keingintahuan publik. Tapi aku sempat tersentak dengan komentar salah satu artis ttg maraknya kawin-cerai para seleb. “sebenarnya tidak ada yang salah dgn artis, karena seluruh masyarakat indonesia meskipun bukan artis juga akrab dgn mslh kawin-cerai, sama halnya dgn kasus narkoba [yg ini akan kita bahas di lain posting.. J]. hanya saja jika artis tentu akan jd pemberitaan yg hangat shgga gencar dieksploitasi media.”

Ya…, benar juga si, jika semasa kecil-remaja dulu, perceraian hanya sekali-dua kali mampir ditelinga, kini hal itu bukan masalah langka lagi. Bahkan akhirnya hal ini sempat menghampiri salah satu kerabatku, yang konon aku percaya keluarga besarku tak pernah menghalalkan perbuatan yg dibenci oleh Allah SWT tersebut. Tp ternyata kusadari juga, bahwa walau bagaimanapun ketika seseorang telah berumahtangga, maka keluarga besarnya bisa nyaris tidak punya hak apapun atas kehidupan rumah tangga mereka. Dan keputusan itu pun tidak bisa dicegah. Cerai. Huh…

Begitu pula ketika aku menginjakkan tanah jawa untuk melanjutkan pendidikan, meninggalkan kampung halaman tercinta, perceraian semakin akrab saja di lingkunganku. Tidak sedikit teman baruku yg berasal dari keluarga broken home, hidup dgn ortu terpisah karena perceraian, atau masih hidup bersama kedua orangtuanya namun tidak sebagai satu keluarga karena masing2 punya kehidupan masing2 yg tidak boleh diganggu gugat [tidak sedikit pula yg telah mpunyai pasangan masing2 di luar sana]..dsb. Memang banyak ternyata…pikirku. hanya saja infotainment tidak merasa punya batasan untuk mengumbar aib para artis, sehingga terasa lebih sering menimpa kalangan artis. Ya…tidak ada bedanya antara artis-bukan artis.

 

Apakah sedemikian parahnya? Apa benar cerai itu masalah biasa yg bisa menerpa siapa saja? Bahkan tokoh yg telah dinobatkan sebagai Da’i oleh masyarakat sekalipun tidak bisa menolak perceraian!

Pikiranku terus diusik masalah ini. Apakah benar kian hari perceraian jd semakin “normal” saja dalm pandangan masyarakat indonesia? Lantas bagaimana dengan pernikahan ku kelak [entah kapan..], apakah ada garansi dari kata perceraian?

Lantas untuk apa menikah jika tidak ada garansi untuk tidak bercerai? Putus hubungan dengan pacar saja butuh waktu yg sangat lama untuk pulih, bahkan masih ada saja hal-hal yang sukar dilupakan, untuk menepis perih-sakitnya hati. Apalagi bercerai??? Kehidupan yg jelas jauh lebih intim dari sekedar pacaran, telah menggabungkan 2 keluarga besar, dan bahkan jika telah melahirkan sejumlah anak sebagai buah cinta antara suami-istri, harus berpisah secara lahir maupun bathin…? Membayangkan saja aku gak berani …

Tapi suatu hari pikiranku juga tersentil dari wawancara thdp bbrp pasangan artis yg sempat menyelamatkan pernikahan mereka meski telah digonjang-ganjing isu perselingkuhan. Terlebih pada Armand Maulana, vokalis Band GIGI nan terkenal. Di balik sikap dan penampilannya yg cuek bahkan terkadang slenge’an, ternyata ia lebih arif dalam memandang hakekat suatu pernikahan.

Dari pernyataannya, kontan aku mendapat pemahaman baru, bahwa setiap pernikahan itu hanya akan mengalami manis tak terhingga di awal2 usia pernikahan, setelah itu akan kembali ke posisi “nol” dalam membina suatu hubungan suami-istri, yang tentu akan terus diterpa berbagai cobaan dan masalah. Maka jika ingin mempertahankan suatu keluarga maka laluilah masalah tsb bersama2. Kemudian jika dalam perjalanan pernikahannya, salah satunya menemukan cinta baru yang melalaikan dan menjanjikan kehidupan yang lebih manis, ingatlah bahwa manisnya hanya sesaat saja, yg kemudian akan kembali lagi ke posisi “nol”. Maka untuk apa menyia-nyiakan rumah tangga yg telah sampai ke posisi “10”, “20” atau bahkan “50” misalnya, hanya untuk kebahagiaan sesaat, yang artinya kita hanya akan turun kelas dari NOL lagi..???

Hmm.. ada berapa banyak pria di luar sana yg berpikiran sama dgn armand maulana…????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: