Sang Pemimpi [The Movie]

And It’s time to review! ^__^
Sebenarnya udah dari kemarin mau posting reviewnya, tapi agak-agak ngerasa ga fair kalo saya lempar reviewnya sementara orang kebanyakan belum bisa nonton.. [teteep..songong]. ups.. bohong ding.. sebenarnya saya masih bingung bagaimana menceritakan semua sensasi tiap plotnya, karena postingan ini pasti akan panjang sekali! Akhirnya dengan berat hati akan banyak bagian yang ga terceritakan di sini [ya iyalaaah,,,,masa mau tulis ulang novel/scriptnya sih??🙄 ]

Film ini, meski bertolak dari sudut pandang Ikal, tapi tetap menceritakan Arai sang bintang [dari novelnya pun kita semua udah tauuuuu, kaleeee…]. Cerita dibuka oleh kekesalan Ikal yang menceritakan betapa penderitaannya selama ini yang berujung menjadi pegawai kecil kantor pos [yang jelas-jelas pekerjaan yang tidak disenanginya karena ia sendiri tak pernah percaya dengan tukang pos!] adalah ulah Arai, Sang Pemimpi!

Cerita pun beralur mundur, kembali ke tahun 1980-an, ketika Ikal masih di bangku SD. Mengisahkan pertemuannya dengan Arai yang masih keponakan ayahnya, dijemput untuk tinggal bersama keluarga mereka karena Arai kini yatim piatu. Sebatang kara. Arai punya segudang kejutan! Cara berpikirnya yang out-of-box membuat Ikal terpesona dan betah berada di sampingnya. Persahabatan mereka pun ditambah dengan kehadiran seorang Jimbron, yatim piatu asuhan Pendeta yang setia mengantarnya pergi mengaji ke mushala; kegiatan yang malah sering dibolosi Ikal, atas hasutan Arai tentunya! =_=’

Kenakalan demi kenakalan khas Arai [karena memang hanya dia otak segala keusilan itu,,wkwkwk] mengantar persahabatan mereka hingga remaja. Dan inti cerita Film ini memang bersetting tahun 1985, yaitu masa- masa remaja mereka sebagai siswa SMA Negeri Manggar yang ‘merantau’ dari desa, bekerja serabutan membanting tulang untuk membiayai hidup, sekolah dan menabung untuk mewujudkan impian mereka berkeliling dunia. Mimpi menjelajahi Eropa ini pun [lagi-lagi! :D] atas prakarsa Arai, yang terprovokasi oleh semangat Pak Balia (Nugie), Guru favorit nan inspiratif. Untuk itu,hampir semua pekerjaan sempat dilakoni tiga sahabat ini. Bekerja di warkop, buruh angkut di pelabuhan, kuli tambang, pengangkut ikan dsb..

di tengah keributan yang dibuatnya saat upacara, Arai masih sempat lempar senyum manis buat pujaan hati.

[ouwhhh… come on dinaaaa….tadi katanya ga mau nulis noveeell..]

Ehm,, Baiklah..
Film ini cukup komplit untuk memenuhi segala unsur yang diinginkan orang dalam sebuah film pada umumnya. Ada romantisme pemuda melayu ala `80an, humor, melankolis, optimisme, keteguhan seorang Ayah, dan yang pasti; mengajak penontonnya untuk bermimpi!
Bagian melankolisnya berhasil membuat saya berurai air mata tiga kali!

Yang pertama saat ikal dan arai menyerahkan tabungan hasil kerja serabutannya kepada ibunya, karena ayah mereka terkena PHK oleh PN Timah. Lalu ketika sang ayah terpaksa duduk di deretan belakang ketika mengambil rapor ikal, padahal biasanya di deretan depan. Seperti dihantam palu raksasa rasanya, plus tempelengan algojo almamater smackdown!! Terakhir ketika ikal dan arai berpamitan pada kedua orang tua dan gurunya di pelabuhan, untuk berangkat ke jakarta! Berangkat membawa harapan jimbron yang mengalah demi sahabat-sahabatnya.😥
Oia, bersetting tanah belitong yang melayu abiss, film ini pun ikut mengangkat seni budaya lokal. Melalui Bang Zaitun (Jay Widjajanto), pemusik melayu yang nyentrik bin flamboyant, saya pun makin cinta dengan musik melayu! Sekejap sempat membayangkan bang Charly dalam kostum dan peran yang sama, pasti saya bisa histeris di tempat! Hohoho… Ada bagian lucu bersama bang Zaitun ini, yaitu saat Arai remaja ( Rendy Ahmad ) yang [IMHO cuakeeeeeep bangetttt] ditemani ikal dan Jimbron berguru pada bang Zaitun demi mendapatkan resep jitu menaklukkan gadis idaman hatinya, Zakiah Nurmala. Atas saran bang Zaitun, ia pun berlatih memainkan gitar dengan lagu andalannya [yang juga lagu andalan saya kalo karoke di rumah tante, hihihi] : FATWA PUJANGGA!😀
Bagian lucu lainnya adalah saat mereka terbengong-bengong nonton pilem syur ala Indonesia `80an, hingga akhirnya dihukum bersihin WC terjalang karena tertangkap basah oleh pak Mustar, kepsek nan galak.😀
Dan saya yakin ketangguhan dan keseriusan Arai merebut perhatian Zakiah Nurmala akan menjadi bagian terbaik bagi para jomlo.. hahaha.. sebenarnya perempuan dari dulu sampai sekarang memang suka yang konyol2. Romantis!

cerita pun menyatu ke alur awal, kehidupan ikal di jakarta, sendirian, ditinggal Arai. dan ceritanya masih happy ending kok.. yah,, seperti novelnya, mereka bertemu kembali di tempat wawancara tes beasiswa ke Sorbonne!
eng ing eng..

di sinilah Ariel peterpan baru muncul. lama juga penantianku. huhuhu… meski muncul hanya sebentar, Ariel cukup meyakinkan saya bahwa ia akan berhasil membawakan Edensor nantinya. *_*

tapiii…..

kok di infotainment [ga ada yg aneh ya dengan tulisan ini, tidak ada pemenggalan, tanda kutip atau kapital. hohoho…] Ariel bilang akting kali ini hanya sambilan saja, dan tahun depan (2010-red) tidak ada agenda untuk film?? Lalu siapa yang akan memerankan Arai di edensor? ::kecewa::

Mengenai akting para aktor dan aktris, ga usah diragukan lagi. Bahkan para pendatang baru itu mampu membuat saya terpukau, terutama Rendy Ahmad yang memerankan Arai remaja. Aktingnya natural sekali. Ia bahkan bisa memperlihatkan mimik sekecil apapun sebagai Arai. Bravo.
So, ga ada alasan untuk ga nonton film ini. Karena saya pun sedang mencari waktu untuk nonton lagi!
Anyone?
😀

20 responses to this post.

  1. Posted by Enade on December 19, 2009 at 04:06

    Saya … saya mau jadi Ikal untuk pelem Edensor … *Eh ..

    Reply

  2. Posted by rahmat sidie on December 19, 2009 at 22:48

    bner2 kurang memuaskan banyak adegan yg gak di tayangin slain itu critanya juga sdikit dirubah sama Riri Riza jd sudah gak original lagi pokoknya rada kecewa ma Riri

    Reply

    • Posted by falltara on December 20, 2009 at 11:36

      iya kah..? saya sudah lupa detailnya gimana.. udah lama sekali sejak baca novelnya. yg saya ingat berbeda hanya kisah pertemuan Jimbron dengan kudanya.. yg laen apa yah misalnya..?

      Reply

  3. Sebenarnya udah dari kemarin mau posting reviewnya, tapi agak-agak ngerasa ga fair kalo saya lempar reviewnya sementara orang kebanyakan belum bisa nonton.. [teteep..songong].

    …..

    *lirik sms*

    Memang kenyataannya begitu😕

    sebenarnya saya masih bingung bagaimana menceritakan semua sensasi tiap plotnya, karena postingan ini pasti akan panjang sekali!

    Emang panjang😆

    Akhirnya dengan berat hati akan banyak bagian yang ga terceritakan di sini [ya iyalaaah,,,,masa mau tulis ulang novel/scriptnya sih?? XP ]

    Ah, bilang saja mau pamer bakat menulis😎

    *dikemplang*

    Film ini cukup komplit untuk memenuhi segala unsur yang diinginkan orang dalam sebuah film pada umumnya. Ada romantisme pemuda melayu ala `80an, humor, melankolis, optimisme, keteguhan seorang Ayah, dan yang pasti; mengajak penontonnya untuk bermimpi!

    Pada umumnya??
    Masa sih, Maktjik? Lihat deh unsur-unsur yang dijabarkan di atas. Bukannya orang Indonesia kita ini anti Melayu™ sebagaimana nampak belakangan ini?😛
    Tanya saja Yovie-nya Kahitna yang sempat teriak soal musik Melayu di ajang AMI bulan April yang lalu😆
    Pada umumnya semua meyakini bahwa bahasa Indonesia pastilah bukan berakar dari bahasa Melayu
    *sarkastis mode ON*😛

    Btw, romantisme ala pemuda Melayu 80-an…. Wakakaka… apa iya di hari gini, wanitah-wanitah modern masih mengapresiasi pemuda kampungan macam orang-orang awak di pelosok udik Sumatra ini membawa sisir di saku belakang celana jins? Membawakan lagu melayu-melayu zamannya Orkes El-Suraya Medan? Ah, masa sih??

    *disepak*

    Bagian melankolisnya berhasil membuat saya berurai air mata tiga kali!

    Nangis kok bangga:mrgreen:

    Oia, bersetting tanah belitong yang melayu abiss, film ini pun ikut mengangkat seni budaya lokal. Melalui Bang Zaitun (Jay Widjajanto), pemusik melayu yang nyentrik bin flamboyant, saya pun makin cinta dengan musik melayu!

    *ngakak*

    Gyahahahahaha…. matilah kita! Bisa dimusuhi maniak musik-musik modern Indonesia yg kayanya yakin kalo Cold Play atau Muse pastilah dari Indonesia =))
    Ah ah… tapi ai juga sukanya itu musik Melayu, Maktjik. Jangan you tanya berapa banyak dendang jaman P. Ramlee terkoleksi:mrgreen:

    Dan saya yakin ketangguhan dan keseriusan Arai merebut perhatian Zakiah Nurmala akan menjadi bagian terbaik bagi para jomlo.. hahaha.. sebenarnya perempuan dari dulu sampai sekarang memang suka yang konyol2. Romantis!

    Suka yang konyol-konyol??
    Masa sih? Bukannya itu trend sesaat™ saja?😛
    Etapi… IMHO, romantisme di film itu bukan murni khas Melayu lagi. Maktjik tentu pernah tahu macam mana orang-orang tua di melayu pesisir sini dulu romantisme anak mudanya. Membawa sebatang lidi untuk disisip di bawah tangga rumah panggung, kalo dipegang saja oleh si Gadis, amboyyy senangnya rasa di hati. Kalo bernyanyi di organ tunggal era 80-an, dengan konspirasi teman-teman menulis secarik kertas ecek-eceknya ramai yang meminta si bujang bernyanyi untuk gadis pujaan. Biasanya bertulis macam ini:
    “Berikuth inih… sebuah permintaan dari tuan rumahh… dituhujukan kepadah… Si Bujang di seksi dapurh… agarh naikh ke pentash demih menyanyikanh sebuahh laguh untukh Si Dara…”

    *ngakak*

    Nah, kalo di cerita Sang Pemimpi itu, bernyanyi di luar jendela rumah itu, kok malah mengingatkan dengan kisah-kisah romantis Eropa dimana biasanya pria bernyanyi dengan gitar di bawah jendela? Dengan kata lain, trik macam itu berlaku sepanjang zaman, dan bukan khas Melayu deh kayanya:mrgreen:

    Ah ah, tapi adanya bagian itu di novelnya emang bagus sih😛

    Oh ya, yang aku suka di Sang Pemimpi ini, tentang toleransi beragama yang tinggi di sana. Pendeta (benarnya pastor kan?) rajin mengantar Jimbron ke mushala itu, menarik rasanya. Apa urang awak mau pulanya macam itu rupa? Tidak semena-mena mengonversi keyakinan agama kanak-kanak yang bukan ahli famili sendiri…. Menarik😀

    kok di infotainment [ga ada yg aneh ya dengan tulisan ini, tidak ada pemenggalan, tanda kutip atau kapital. hohoho…] Ariel bilang akting kali ini hanya sambilan saja, dan tahun depan (2010-red) tidak ada agenda untuk film?? Lalu siapa yang akan memerankan Arai di endensor? ::kecewa::

    Aku memiliki rasa sikit pesimis dengan sosok Ariel di film. Meski alasan seperti yang dikemukakan Mira Lesmana bahwa dia memiliki roman Melayu dan aksen Melayunya masih kentara ada benarnya.
    Bulan oktober yang lalu, siap lebaran ketemu Rifku di Blangpidie sini (Ingat? Yang jadi pemeran guru muda di Laskar Pelangi?), ngobrol-ngobrol dikasih tahu begitu juga. Ariel itu memiliki struktur muka Melayu. Nggak salah juga, anak Pangkalan Brandan dia kan ya? Tapi konon soal Edensor, itu memang dia juga yang akan main. Ah, biasanya itu Maktjik, trik memisterikan rencana film ke depannya untuk membuat penasaran, meski kemungkinan akan berubah juga. Kan menunggu reaksi pasar😛

    Yang jelas ai belum siap kalo diajak main pelem sekarang wkwkwkw….
    *ditunjang*

    Yang jelas awak penasaran dengan akting wajah-wajah baru melayu itu😛

    So, ga ada alasan untuk ga nonton film ini. Karena saya pun sedang mencari waktu untuk nonton lagi!
    Anyone?

    Halaaaah…. ngomporin saja ceritanya. Tahulah awak, tak adanya bioskop di sini😆

    Nah, ini sudah ai singgah untuk membacrit sekejap. Puwassh??

    *diusir*

    Reply

    • Posted by falltara on December 20, 2009 at 12:14

      —tentang anti musik melayu.. >> biasanya lah itu… mau berkoar gimana yovie di Ami bahkan di lagu nya yang mengejek musik melayu,, selama musik melayu enggak dicekal apalagi difatwa haram,, biarkan dia dengan kebenciannya..😀

      —tentang romantisme ala pemuda Melayu 80-an.. >> bukan dalam konteks penampilannya, tapi bagaimana memanajemen cinta.. tidak seperti anak-anak sekarang yang SD saja belom tamat sudah tau mengikat cinta..! Arai lebih memilih mengejar cita nya untuk kemudian menuai cinta.. [bahasakuuuuuuu………]. tapi mengekspresikan cinta tetap perlu,,setuju??

      —Kalo bernyanyi di organ tunggal era 80-an, dengan konspirasi teman-teman menulis secarik kertas ecek-eceknya ramai yang meminta si bujang bernyanyi untuk gadis pujaan. Biasanya bertulis macam ini:
      “Berikuth inih… sebuah permintaan dari tuan rumahh… dituhujukan kepadah… Si Bujang di seksi dapurh… agarh naikh ke pentash demih menyanyikanh sebuahh laguh untukh Si Dara…”
      >> lahh.. itu udah tau… kalo tusik2 lidi itu jauh di jaman sebelum merdeka angku… hahahaha
      kalo 80-an ya yg bgitu itu.. surprise is the point!

      —Nah, ini sudah ai singgah untuk membacrit sekejap. Puwassh?? .. >> sekejap? SEKEJAP?? tak ada awak minta situ membacrit ,, ai cuma bilang janganlah sombong pada falltara,, bukan minta memburai buah nangka di sini!😛

      dan,,
      dan…

      HEEEEYYY…..!!!
      SEJAK KAPAN KOMEN BOLEH LEBIH PANJANG DARI POSTINGAN ASLI NYA?????

      *kemplangg

      *sepakk

      *tunjangg

      *USIIRRRRRR

      Reply

  4. —tentang anti musik melayu.. >> biasanya lah itu… mau berkoar gimana yovie di Ami bahkan di lagu nya yang mengejek musik melayu,, selama musik melayu enggak dicekal apalagi difatwa haram,, biarkan dia dengan kebenciannya..😀

    Ah, tentu… tentu… benul eh betul itu betul….

    Tentu saja kebencianku terhadap musiknya Yovie dan Kahitna yang menye-menye macam banci itu harap dibiarkan juga😎

    —tentang romantisme ala pemuda Melayu 80-an.. >> bukan dalam konteks penampilannya, tapi bagaimana memanajemen cinta..

    Memanajemen cinta… wahai! Begitu agung dan inteleknya kalimat tersebut! Bak ucapan mistikus cintah dari arabia….

    Manajemen cinta…. afa fula itu makhsudnyah, Maktjik? Bagaimana memanejemen cintah di sanah dan cintah di sinih, begituh? Senada konsep manajemen qolbu kah itu?😆

    tidak seperti anak-anak sekarang yang SD saja belom tamat sudah tau mengikat cinta..!

    Kata siapa anak2 sekarang? Ketertarikan pada lawan jenis itu sudah ada sejak kecil di zaman manapun saja:mrgreen:

    Arai lebih memilih mengejar cita nya untuk kemudian menuai cinta.. [bahasakuuuuuuu………].

    Arai karena tak mendapat kesempatan, Maktjik. Kalo seumpama-andaikata-dan-misalkan Zakiah Nurmala Si Perempuan Saraf Tegang gave him a chance to prove how much he loves her, apa Arai akan sama macam itu??😛

    tapi mengekspresikan cinta tetap perlu,,setuju??

    Setuju, dengan catatan “Relatif”…. :-”

    —lahh.. itu udah tau… kalo tusik2 lidi itu jauh di jaman sebelum merdeka angku… hahahaha
    kalo 80-an ya yg bgitu itu.. surprise is the point!

    Jaman sekarang bukannya masih ada surprise macam itu? Tapi zaman konon makin modern, dan surprise macam itu lebbay bin jadul, tidak disukai karena tak realistis. Konon begitu …🙄

    sekejap? SEKEJAP?? tak ada awak minta situ membacrit ,, ai cuma bilang janganlah sombong pada falltara,, bukan minta memburai buah nangka di sini!😛

    Memang tak ada you minta ai membacrit di sini. Tapi tutur ucap you yang meminta ai utk tak berperilaku sombong sungguh menyentuh kalbu. Sudah kubuka blog ini, sudah kukhianati berdekade *hatsaaah* ikrar utk tidak ngeblog lagi, tidak berblogwalking lagi…
    Biarlah sesekali kuberai buah nangka.

    Buah mentah buah nangka
    Sesekali menyampah bukankah tak mengapa?😛

    HEEEEYYY…..!!!
    SEJAK KAPAN KOMEN BOLEH LEBIH PANJANG DARI POSTINGAN ASLI NYA?????

    Sejak mesej mampir di inbox memamerkan hebatnya dunia perfilman di tanah seberang sana, dengan bioskop mudah dijumpai semudah mencari kolor di pasar. Di Aceh? Mencari bioskop adalah hil yang mustahal…😐

    *kemplangg

    *sepakk

    *tunjangg

    *USIIRRRRRR

    *pergi dan berlalu*

    haaaalaaah😆

    Reply

    • Posted by falltara on December 20, 2009 at 16:39

      busettt dah si angku tak kenyang-kenyang ia berkomen.. ??!

      hmm…makanya angku, hasrat itu tak baik ditahan-tahan, tak berdosanya pun jika kau salurkan komen mu di blog2 seperti biasanyanya… lol

      begini..

      saya tidak bilang kalo anak-anak jaman dulu tak mengenal ketertarikan pada lawan jenis.. tapi tak pernah kudengar mereka berpacaran di usia dini [yg ada juga pernikahan dini! tapi itu justru bukan karena dorongan cinta..huh]; mengikat cinta, memadu kasih hingga muncul rasa memiliki. tapi lihatlah anak-anak sekarang boooyyy…. [Arai mode: ON] masih bercelana biru sudah saling panggil beib-honey.. lol

      ttg Zakiah, kalau si Arai mau, tak susah lah dia tembak si zakiah ba’da performanya yg aduhai itu.😀 tapi karena ia tak terburu-buru, maka ia membiarkan cintanya hibernasi, bertopeng rindu. yang terpenting sang pujaan hati sudah tahu! karena untuk laki-laki seusianya, yang demikian itu lebih syahdu… alamaakk…. lol

      ya,,ya,, surprise itu memang berlaku sepanjang masa, hanya saja jenisnya yg sudah modern. tapi saya,, selera saya masih sama dengan gadis ’80-an. hahaaay…..

      nahh… jadi dalam rangka apa ikrar hengkang dari blogging itu? apa ada hubungannya dengan….
      ah,, sudahlah…

      :berlalu:

      Reply

      • busettt dah si angku tak kenyang-kenyang ia berkomen.. ??!

        Lagi sempat😛

        hmm…makanya angku, hasrat itu tak baik ditahan-tahan, tak berdosanya pun jika kau salurkan komen mu di blog2 seperti biasanyanya… lol

        Berdosa tidak…
        Tapi waktu yang bikin rasa berdosa …. makin kepepet menumpuk saldo di rekening😆

        saya tidak bilang kalo anak-anak jaman dulu tak mengenal ketertarikan pada lawan jenis.. tapi tak pernah kudengar mereka berpacaran di usia dini [yg ada juga pernikahan dini! tapi itu justru bukan karena dorongan cinta..huh]; mengikat cinta, memadu kasih hingga muncul rasa memiliki. tapi lihatlah anak-anak sekarang boooyyy…. [Arai mode: ON] masih bercelana biru sudah saling panggil beib-honey.. lol

        Lha? Itu di Laskar Pelangi apalah kurangnya? Apa sudah amnesia kalo Si Ikal itu sendiri kepincut dengan Njoo Xian Ling sejak SD? Pacaran di komedi putar? Masalah panggilan sayang-sayangan itu, beda zaman beda cara mengekspresikannya😆

        Lagian di Sang Pemimpi mereka kan sudah beranjak remaja. Sudah usia yang pantas saja utk bermesraan😛

        ttg Zakiah, kalau si Arai mau, tak susah lah dia tembak si zakiah ba’da performanya yg aduhai itu.😀 tapi karena ia tak terburu-buru, maka ia membiarkan cintanya hibernasi,

        Karena ia sadar akan ditolak lagi bukan?

        Sampai di Edensor pun ia tahu itu. Ia bahkan baca puisi tentang Zakiah yang tak memberinya kesempatan, di tempat dan waktu yang salah: Di acara peringatan Jim Morisson😆

        Arai itu tak perlu menembak. Jangankan lampu hijau, merah atau kuning: Sudah lampu hitam nyaris pekat dia dapat😆

        yang terpenting sang pujaan hati sudah tahu! karena untuk laki-laki seusianya, yang demikian itu lebih syahdu… alamaakk…. lol

        😆

        Syahdu? Ada beda tipis antara orang dungu dan orang jatuh cinta memang😆

        ya,,ya,, surprise itu memang berlaku sepanjang masa, hanya saja jenisnya yg sudah modern. tapi saya,, selera saya masih sama dengan gadis ‘80-an. hahaaay…..

        *ngakak*

        Nanti kenak stempel selera kampungan jadul lho :-”

        nahh… jadi dalam rangka apa ikrar hengkang dari blogging itu? apa ada hubungannya dengan….
        ah,, sudahlah…

        Dengan …. apa?😕

        Aku hengkang sudah sejak awal bulan tujuh itu. Sudah bosan saja dengan blogosphere yang sudah berkasta-kasta ini…. 😕

        *berlalu kembali*

  5. pas ke bioskop kemaren, gak bawa kamera?😀
    abg juga pengen nonton, tp apalah daya, aceh blum kesentuh 21..

    jadi ingat taun lalu pas nonton Laskar Pelangi. siangnya baru aja pengumuman kelulusan.. so, rame2 nonton di bioskop Kalibata.. sejauh mata memandang, yg ada disitu semuanya temen kuliah.. dah kayak kuliah umum aja..😀

    Reply

  6. liat comment alex dan empunya blog… bisa ngalahin scrip sang pemimpi dah

    Reply

  7. Posted by firman maulana on December 24, 2009 at 10:59

    klo yg jadi pemain edensor enak kali ya!!!!!! jalan2 keliling dunia……… ke sorbon, afrika, dsb.

    Reply

  8. Posted by falltara on December 28, 2009 at 15:46

    @ b’kay: seru dooonk….?? hohoho pas nonton, ya bawa kamera, tapi saya kan warga negara yg baik.. jd jangan harap ada rekamannya yah,, haha

    @ almascatie::mrgreen: masi untung ga saya perpanjang lagi..

    @ firman: hhm,,,, masi penasaran, masa sih itu semua tempat dikelilingin? bisa bangkrut PH nya 😀

    Reply

  9. Posted by nana aja on January 9, 2010 at 10:53

    huum , , , , ,
    film yang bagus tapi sayaaaanggg banget banyak adegan yang pingin aku liat tapi gak ada
    1. waktu arai nyanyi When I Fall in Love, padahal kayaknya lucu banget!
    2. bang zaitun yang ketawanya hihihi . . . , jadi hahaha , , , gak jelas
    3. yang bikin haru, waktu arai nangis karena dia daper beasiswa
    but, so far okelah bagus kok, pa lagi da rendy ahmadnya yang super manis ntu
    hahaha , , , , ,

    Reply

    • Posted by falltara on February 4, 2010 at 19:35

      tuh kan.. lagi2 jd t4 kumpul fans nya rendy.. hahahaa…
      tp hebat ih kamu, masih ingat aja detailnya.. bisa diskusi ama pak Alex tuh.. klo saya udah bnyk yg missed..🙄

      Reply

      • P… p….pak??😯

        Tu….tua sekali seb…sebutannya….

        Uughh…. ughhh….
        *ecek2nya macam njlebb…njlebb ke lubuk hati*
        .
        .
        .
        *niat ganti biodata KTP macam ganti simcard* :-“

  10. Posted by totok on March 10, 2010 at 07:49

    pak aq mau mati jangan ganggu aq

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: