Archive for the ‘Miscellaneous’ Category

Lirik Lagu : Mau dibawa kemana [Armada]

hmmm…
entah kenapa jadi suka lagu ini,, padahal single pertamanya Armada cuek-cuek aja.. malah ga mau tau siapa penyanyinya.. 😀

Mau Dibawa Kemana [by: Armada]

Intro : A

A
Semuanya telah kuberi
A
dengan kesungguhan hati
D A
Untukmu hanya untukmu
Continue reading

Advertisements

ga tau mau judulin apa.

seseorang menyatakan kekecewaannya atas [ketiadaan]reaksiku selama ini..
menurutnya [juga seorang lainnya yang jadi pos tempat pengaduannya] sikap saya yang mengacuhkannya begitu rupa sungguh sangat berlebihan. gak masuk akal.
dan jika ia ingin ‘hak [di]jawab’nya dipenuhi, maka postingan ini merupakan yang terakhir dari saya. setelah ini, jangan berharap. saya tahu keteguhan saya dalam hal ini, dan saya yakin kamu tidak meragukannya.

hmm..
perlu diingat bahwa kadang kala suatu respon menjadi reaksi bukan akibat atas satu perbuatan/hal saja. jadi istilah “gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga” Continue reading

Gw PARNO [parno napa lo..??]

Beberapa hari yang lalu salah seorang Om ku yang tinggal di Banda Aceh nelpon. Ga ada yg istimewa sih..hanya saja…huwaaaaaaaaaaaaaaaaa………

Yah, belakangan ini, bisa dibilang klo ada telpon dari siapaaaaaa aja [terutama keluarga] yg berada di kampung nun jauh sana, pasti uda parno aja bawaannya. Rasanya maleessss bgt angkat telponnya. Misalnya dari 6x percobaan telpon, paling 1-2x berani diangkat [tega bgt yak..?], itupun diangkat karena udah ga tau ntar2 mw ngeles gmn lg.. Hhhh…. inilah tekanan batin bagi orang yg blom lulus2.. rasa bersalah, takut [diomelin], capek [dengerin ‘ceramah’], jenuh [ama kegiatan], akhirnya berujung ama parno ngangkat telpon dari kampung. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……….

Dan pada suatu malam Continue reading

STOP kantong plastik!

postingan ini hanya ingin m’blow-up tema yg diangkat teman2 lain yg juga lagi heboh..

hm.. emang rada pelik juga…

sebagai manusia yg masih ingin hidup 1000 tahun lagi [halllaahh…] tentunya kita ikut mikirin nasib kita dan anak cucu [yang beruntung berkesempatan jadi keturunan orang baik-baik ini, huehhhee] di masa yang akan datang donk..dengan adanya issue hangat seputar globang warming [GM], tiba2 semua orang menyatakan dirinya ingin turut menyelamatkan bumi nan malang ini dari ancaman2 si GM tadi, dan serta merta mengajak [debat] orang2 di sekitarnya.

tapi ga ada yg tau persis seberapa jauh langkah yg sudah ditempuh Continue reading

dimanakah Suyatno muda..?

jLepp..!!!

barusan baca bulletin orang di prenster..mo ikutan trenyuh baca aja tulisan di sini

PNS tertib..??

Kemarin liat program Jelang Sore di transtv [baru tau ada beginian]

Mereka meliput tentang kebiasaan jelek para PNS di Kota Bandung [g tau sbelah mananya]

Dari tongkrongin pintu gerbang kantor dinas pariwisata pagi2… keliatan klo yg datang on time itu langkaaaaaaaaaa bgt! Trus masuk ke dalam salah satu kantor pemerintahan [entah kantor yg sama,lupa] jam 11an, kosong melompong.. cm ada segelintir orang..

Geli juga dengar komentar naratornya ; “ kantornya sereeem…kayak kuburan..” hohoho

Di lain frame, ada kantor yang ‘lumayan rame’ penghuninya, sibuk menatap layar komputer masing2. tp begitu didekatin ternyata eh ternyata….. lagi pada ngeGame..! [ada gak ya, yg kepergok lg ngeBlog, misalnya 🙂 ]

Trus ada juga ekspedisi ke jalan2 dan pusat perbelanjaan di Kota pada jam kerja [bkn jam makan siang], pergokin banyak pengunjung yg berseragam coklat-coklat, disamperin tuh mo dwawancarain… eh, ada yg kabur, ada yg malah balik ngejutekin, ada yg cari2 alasan ga jelas, tapi yg paling keren tuh Si Bapak yg terakhir ditemui; lagi nongkrong makan durian di kaki lima, mo ditanya2in ama hostya, eh.. doski malah agresif ngajakin mas-nya yg ge-Host ikutan makan durian..! hohoho.. lucu deh..

Bukannya mau menghina atawa nge-judge para PNS lho.. soale keluarga besarku juga mayoritas PNS kok… tapi ya itu lah kenyataannya.. di Indonesia sih kayaknya dimana-mana juga gitu kok..

Ya…udah lama pengen ada acara beginian, tapi ga tau tuh cuma hanya untuk episode kemarin doank atau emang program acaranya begitu…soalnya baru nonton sekali, ya kemarin itu…

Bravo untuk pertelevisian Indonesia!!

[ga tau knp, kayaknya dirikuw termasuk orang yg akan mengalami kehampaan hidup jika benda bernama televisi itu musnah..]

infotainment? not bad..

ga sengaja bongkar2 file, ternyata ada yg ngendap di folder ‘blog to be’

basi..?? ga juga ah..

28 november 2007

Barusan liat infotaintment di teve… Ya, belakangan [yakeeen,,,? bukannya dari dulu..?] aku emang jadi rajin ngikutin acara itu.. ga abis2 sih. dan pembicaraan hangat minggu2 terakhir ini adalah ttg kehidupan rumah tangga para selebritis. Memang, sbnrnya sepanjang usianya, infotainment indonesia selalu mengorek2 kehidupan privasi selebriti tanah air. Namun belakangan ini sedikit banyak sudah mengusik pikiranku jg..

Kenapa?

Apalagi kalo bukan karena masalah perceraian??

Banyak yang bilang kalo seleb itu deket banget ama yg namanya cerai. Dikit2 cerai! Tiap hari ada berita perceraian seleb. Ada yg berjalan dgn mulus, tapi gak sedikit yg berakhir dengan perseteruan hebat nan kisruh, masalah makin melebar dan berbumbu tajam yg tentu mengundang keingintahuan publik. Tapi aku sempat tersentak dengan komentar salah satu artis ttg maraknya kawin-cerai para seleb. “sebenarnya tidak ada yang salah dgn artis, karena seluruh masyarakat indonesia meskipun bukan artis juga akrab dgn mslh kawin-cerai, sama halnya dgn kasus narkoba [yg ini akan kita bahas di lain posting.. J]. hanya saja jika artis tentu akan jd pemberitaan yg hangat shgga gencar dieksploitasi media.”

Ya…, benar juga si, jika semasa kecil-remaja dulu, perceraian hanya sekali-dua kali mampir ditelinga, kini hal itu bukan masalah langka lagi. Bahkan akhirnya hal ini sempat menghampiri salah satu kerabatku, yang konon aku percaya keluarga besarku tak pernah menghalalkan perbuatan yg dibenci oleh Allah SWT tersebut. Tp ternyata kusadari juga, bahwa walau bagaimanapun ketika seseorang telah berumahtangga, maka keluarga besarnya bisa nyaris tidak punya hak apapun atas kehidupan rumah tangga mereka. Dan keputusan itu pun tidak bisa dicegah. Cerai. Huh…

Begitu pula ketika aku menginjakkan tanah jawa untuk melanjutkan pendidikan, meninggalkan kampung halaman tercinta, perceraian semakin akrab saja di lingkunganku. Tidak sedikit teman baruku yg berasal dari keluarga broken home, hidup dgn ortu terpisah karena perceraian, atau masih hidup bersama kedua orangtuanya namun tidak sebagai satu keluarga karena masing2 punya kehidupan masing2 yg tidak boleh diganggu gugat [tidak sedikit pula yg telah mpunyai pasangan masing2 di luar sana]..dsb. Memang banyak ternyata…pikirku. hanya saja infotainment tidak merasa punya batasan untuk mengumbar aib para artis, sehingga terasa lebih sering menimpa kalangan artis. Ya…tidak ada bedanya antara artis-bukan artis.

 

Apakah sedemikian parahnya? Apa benar cerai itu masalah biasa yg bisa menerpa siapa saja? Bahkan tokoh yg telah dinobatkan sebagai Da’i oleh masyarakat sekalipun tidak bisa menolak perceraian!

Pikiranku terus diusik masalah ini. Apakah benar kian hari perceraian jd semakin “normal” saja dalm pandangan masyarakat indonesia? Lantas bagaimana dengan pernikahan ku kelak [entah kapan..], apakah ada garansi dari kata perceraian?

Lantas untuk apa menikah jika tidak ada garansi untuk tidak bercerai? Putus hubungan dengan pacar saja butuh waktu yg sangat lama untuk pulih, bahkan masih ada saja hal-hal yang sukar dilupakan, untuk menepis perih-sakitnya hati. Apalagi bercerai??? Kehidupan yg jelas jauh lebih intim dari sekedar pacaran, telah menggabungkan 2 keluarga besar, dan bahkan jika telah melahirkan sejumlah anak sebagai buah cinta antara suami-istri, harus berpisah secara lahir maupun bathin…? Membayangkan saja aku gak berani …

Tapi suatu hari pikiranku juga tersentil dari wawancara thdp bbrp pasangan artis yg sempat menyelamatkan pernikahan mereka meski telah digonjang-ganjing isu perselingkuhan. Terlebih pada Armand Maulana, vokalis Band GIGI nan terkenal. Di balik sikap dan penampilannya yg cuek bahkan terkadang slenge’an, ternyata ia lebih arif dalam memandang hakekat suatu pernikahan.

Dari pernyataannya, kontan aku mendapat pemahaman baru, bahwa setiap pernikahan itu hanya akan mengalami manis tak terhingga di awal2 usia pernikahan, setelah itu akan kembali ke posisi “nol” dalam membina suatu hubungan suami-istri, yang tentu akan terus diterpa berbagai cobaan dan masalah. Maka jika ingin mempertahankan suatu keluarga maka laluilah masalah tsb bersama2. Kemudian jika dalam perjalanan pernikahannya, salah satunya menemukan cinta baru yang melalaikan dan menjanjikan kehidupan yang lebih manis, ingatlah bahwa manisnya hanya sesaat saja, yg kemudian akan kembali lagi ke posisi “nol”. Maka untuk apa menyia-nyiakan rumah tangga yg telah sampai ke posisi “10”, “20” atau bahkan “50” misalnya, hanya untuk kebahagiaan sesaat, yang artinya kita hanya akan turun kelas dari NOL lagi..???

Hmm.. ada berapa banyak pria di luar sana yg berpikiran sama dgn armand maulana…????